Seniman Legendaris Dengan Karya Yang Di Kenang Sepanjang Masa

Seniman merupakan suatu istilah yang ditujukan kepada seseorang yang inovatif dang kreatif serta ahli dalam menciptakan sebuah karya dalam bidang Seni, umumnya orang awam melihat seninam menciptakan karya karya seni seperti sebuah patung, seni tari, seni peran, lukisan, seni musik, seni sasta dan seni per-filman. Bakan dan imajinasi adalah hal penting yang harus terus diasah oleh seniman dalam menciptakan sebuah karya seni agar karya tersebut dapat nilai keindahan.

Diberbagai negara banyak sekali seniman hebat yang terkenal sampai keseluruh dunia, bahkan karyanya di kenal oleh banyak masyarakat dan di kenang sepanjang masa, seniman seniman ini sangat beragam, ada pelukis, pengarang lagu dan masih banyak lagi. Berikut adalah Seniman legendaris yang karyanya di kenal banyak orang

Seniman Legendaris Yang Karyanya Sangat Terkenal

Leonardo Da Vinci

Siapa yang tidak mengenal seniman yang satu ini, Leonardo Da Vinci adalah seorang pelukis terkenal, lukisannya yang paling dikenal yaitu Monalisa, lukisan ini dibuat oleh Leonardo Da Vinci di Italia, sepanjang tahun 1452-1519 Leonardo Da Vinci dikenal dengan keindahan lukisannya, selain lukisan Monalisa, Leonardo Da Vinci juga membuat banyak lukisan lain seperti The Vitruvian Man, Lady With An Ermine dan The Last Supper.

Pablo Picasso

Pablo Picasso adalah seorang pelukis, pengrajin keramik, pemahat dan bahkan penyair puisi, Picasso dianggap sebagai seniman paling hebat dan berpengaruh di dunia pada abad ke-20. Picasso pernah ikut serta dalam pembuatan gaya Kubisme dan gaya baru lainnya yang ia kembangkan di dunia seni, kehebatannya ini membawa ia sebagai penerima banyak penghargaan termasuk Stalin Peace Prize dan 2 kali menerima penghargaan Lenin Peace Prize

Ludwig Van Beethoven

Beethoven dianggap sebagai salah satu pengarang lagu terhebat sepanjang sejarah, Ia melakukan pertunjukkan pertamanya sebagai pianis pada usia 8 tahu, Pada usia 20-an ia menjadi terkenal sebagai seorang pianis profesional yang memiliki bakat tak terduga dan improvisasi yang mengagumkan, lalu pada tahun 1796, Beethoven mulai kehilangan pendengarannya, Hal tersebut malah membuatnya lebih termotivasi untuk menciptakan berbagai karya.

Musikal yang terkenal sampai sekarang : the Violin Concerto, the 9th Symphony, the 5th Piano Concerto, the Late Quartets, and his Missa Solemnis, dia mencapai semua ini padahal ia telah menjadi tuli selama 25 tahun atau lebih.

Frida Kahlo

Frida merupakan seorang pelukis mexico yang kebanyakan karyanya yaitu lukisan yang menggambarkan duka yang mendalam di dalam hidupnya, Ia juga sering menggunakan warna-warna yang terinspirasi oleh kebudayaan mexico. Frida terkena penyakit polio pada usia 6 tahun, yang menyebabkan kaki kanannya lebih kecil daripada kaki kirinya, namun kekurangannya ini dia tutupi dengan mengenakan rok panjang yang berwarna warni, tak hanya menderita polio Frida juga menderita penyakit Spina Bifilda yang mengakibatkan rasa sakit pada tulang punggung dan kaki dan membuatnya hampir tidak bisa berjalan, walaupun pada akhirnya ia dapat kembali berjalan, ia mengaku telah menderita sakit yang sama seumur hidupnya.

Christy Brown

Christy Brown yaitu seorang Pelukis, penulis dan penyair asal Irlandia yang menderita Cerebral Palsy, yang membuatnya tidak dapat berbicara dan bergerak secara normal, Para dokter juga menyatakan bahwa dia juga memiliki keterbelakangan mental. Namun ibunya tetap sabar dan selalu mencoba berbicara dengannya, dan mengajarkan banyak hal, Pada suatu hari Christy menangkap sepotong kapur dari tangan kakaknya dengan menggunakan kaki kirinya dan membuat tanda dengan kapur itu, Sampai umur 5 tahun hanya kaki kirinya yang bisa bergerak sesuai keinginannya. Ia hanya menggunakan kaki ini untuk berkomunikasi, yang nantinya ia jadikan judul otobiografinya, “My Left Foot”.

Jean-Dominique Bauby

Jean Do yaitu seorang penulis terkenal dan berbakat, editor dan jurnalis ternama dari majalah Prancis ELLE, Pada tahun 1995 ia menderita serangan jantung yang sangat parah dan mengakibatkan ia jatuh  koma selama 20 hari, Setelah bangun dari koma yang lumayan lama, Ia mendapatkan dirinya menderita sebuah sindrom syaraf yang sangat langka bernama Locked In Syndrome, Sindrom ini dapat membuat penderitanya lumpuh dari ujung kepala sampai ujung kaki, namun tetap memiliki pikiran yang sadar.

Dalam kasus ini, Jean-Do tetap dapat mengedipkan matanya, dengan kondisi Jean yang seperti itu tidak mematahkan semangatnya dalam berkarya, Jean-Do masih tetap mampu menulis sebuah buku berjudul Diving Bell and the Butterfly dengan cara Mengedipkan matanya ketika penulis yang membantunya menunjuk huruf yang benar, Jean-Do juga harus mengedit dan mengarang buku tersebut sepenuhnya dalam kepalanya, huruf demi huruf,  lalu Jean-Do meninggal 2 hari kemudian setelah buku tsb di rilis.